Angin dan Sepucuk Harapan
Angin dan Sepucuk Harapan Ada yang kutitipkan pada angin, sepucuk harapan yang rapuh, kuselip di antara hembusnya agar sampai ke langit atau mungkin ke hatimu. Aku tak pandai berkata lantang, maka biarlah angin yang berbisik tentang rinduku yang diam-diam tumbuh, tentang doaku yang selalu utuh meski jarak terus bertambah jauh. Di setiap tiupannya, kutitip salam pada semesta, barangkali nanti, kau menangkapnya di sela sunyi, dan ingat bahwa ada yang menunggumu dengan sabar seperti dedaunan menunggu hujan. Jika angin itu sampai padamu, bacalah perlahan, sebab di setiap desahnya ada aku, dan sepucuk harapan yang tak pernah selesai kugenggam.
Komentar
Posting Komentar