Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

Angin dan Sepucuk Harapan

  Angin dan Sepucuk Harapan Ada yang kutitipkan pada angin, sepucuk harapan yang rapuh, kuselip di antara hembusnya agar sampai ke langit atau mungkin ke hatimu. Aku tak pandai berkata lantang, maka biarlah angin yang berbisik tentang rinduku yang diam-diam tumbuh, tentang doaku yang selalu utuh meski jarak terus bertambah jauh. Di setiap tiupannya, kutitip salam pada semesta, barangkali nanti, kau menangkapnya di sela sunyi, dan ingat bahwa ada yang menunggumu dengan sabar seperti dedaunan menunggu hujan. Jika angin itu sampai padamu, bacalah perlahan, sebab di setiap desahnya ada aku, dan sepucuk harapan yang tak pernah selesai kugenggam.

Angin dan Sepucuk Harapan

  Angin dan Sepucuk Harapan Ada yang kutitipkan pada angin, sepucuk harapan yang rapuh, kuselip di antara hembusnya agar sampai ke langit atau mungkin ke hatimu. Aku tak pandai berkata lantang, maka biarlah angin yang berbisik tentang rinduku yang diam-diam tumbuh, tentang doaku yang selalu utuh meski jarak terus bertambah jauh. Di setiap tiupannya, kutitip salam pada semesta, barangkali nanti, kau menangkapnya di sela sunyi, dan ingat bahwa ada yang menunggumu dengan sabar seperti dedaunan menunggu hujan. Jika angin itu sampai padamu, bacalah perlahan, sebab di setiap desahnya ada aku, dan sepucuk harapan yang tak pernah selesai kugenggam.

Aku, Kamu, dan Waktu yang Hilang

  Aku, Kamu, dan Waktu yang Hilang Kita pernah berjalan sejajar, menghitung detik tanpa sadar, lalu waktu, seperti pencuri, mengambilmu pergi dan meninggalkanku sendiri. Aku mencari dalam diam, kau menjauh dalam lupa. Kini hanya ada kenangan yang mengendap di antara jeda, antara aku, kamu, dan waktu yang tak bisa kita pulang.

Doa dalam Diam

  Doa dalam Diam Aku mencintaimu dalam senyap Di antara hembusan angin yang tak menyampaikan salam Dalam detik yang berlalu tanpa sapa Seperti langit menunggu hujan yang tak juga tiba Aku memilih diam Bukan karena tak berani berkata Tapi karena takut kata-kata justru melukai Atau semesta tak merestui Aku mencintaimu dalam doa Setiap malam saat semua sunyi Kupintakan namamu tanpa perlu kau tahu Agar bahagiaku cukup melihat senyummu Tak mengapa jika hatiku tetap sendiri Asal kau tetap baik di sana, Dengan siapa pun takdir menemani Aku bahagia dalam diam yang setia Jika kelak kau tak pernah tahu Biarlah Tuhan saja yang tahu Bahwa ada hati yang mencintaimu Tanpa pernah meminta untuk dicintai Kembali.

Postingan populer dari blog ini

Angin dan Sepucuk Harapan

Aku, Kamu, dan Waktu yang Hilang

Doa dalam Diam